Proses cutting nursery (stek di pembibitan) adalah teknik perbanyakan tanaman menggunakan bagian tunas/pucuk tanaman (stek) yang ditanam di media khusus, diawali dengan persiapan alat, pemotongan tunas/pucuk dari tanaman induk unggul (proses panen), perlakuan bakterisida, penanaman di Rooting House (RH) dengan penyiraman menggunakan misting untuk pembentukan akar, lalu proses perpindahan ke area penyesuaian iklim mikro (aklimatisasi/Shading Area), dan terakhir proses pengerasan/hardening di area terbuka (Open Grow Area) sebelum siap tanam ke lapangan, memastikan bibit seragam dan kuat.
Proses cutting di nursery PT Industrial Forest Plantation (PT IFP) merupakan tahap krusial dalam produksi bibit vegetatif berkualitas tinggi untuk hutan tanaman industri. Teknik ini melibatkan pemotongan tunas/pucuk dari tanaman induk untuk menghasilkan bibit unggul yang siap tanam.
Tanaman induk biasanya berasal dari kultur jaringan dan dipelihara hingga mencapai umur 3 bulan sampai menghasilkan tunas/pucuk dengan jumlah daun 3-4 helai untuk siap dipanen. Tunas/ Pucuk siap dipanen dengan standar tunas/pucuk sehat, setengah berkayu/semi lignifikasi, 3-4 helai daun untuk memastikan tingkat pertumbuhan akar/rootstrike tinggi.

Cutting dilakukan dengan memotong tunas/pucuk dari cabang tanaman induk secara hati-hati menggunakan gunting panen yang telah disterilkan untuk menghindari infeksi. Panjang Tunas/pucuk sekitar 10-15 cm dengan 3-4 nodus, kemudian penggunaan perlakuan hormon perakaran IBA pada bagian pangkal tunas/pucuk sebelum ditanam di media khusus. Proses ini dilakukan di nursery PT IFP untuk mendukung penanaman optimal yang menghasilkan tanaman yang unggul dan berkualitas.
Setelah ditanam, stek ditempatkan di bedengan Rooting House dengan penyiraman rutin dan penyediaan naungan 50-70% untuk mendorong pembentukan akar dalam 3-4 minggu. Pemupukan awal menggunakan pupuk Foliar/pupuk daun, diikuti pemantauan hama dan penyakit oleh tim R&D Department. Bibit siap tanam setelah 2-3 bulan dengan standar Bibit Siap Tanam (BST) lulus QC oleh tim PSQA Assessment. Proses ini mendukung efisiensi PT IFP dalam memenuhi kebutuhan bibit yang berkualitas untuk penanaman luas dan tentu berkontribusi pada produktivitas kayu industri.







