Lingkungan kerja yang bersih, sehat dan berkelanjutan dapat mempengaruhi kelancaran operasional perusahaan. kualitas lingkungan yang baik tidak hanya menjaga kesehatan namun juga dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan. selain pemenuhan/kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, efisiensi operasional tercapai, resiko pekerjaan dapat dikurangi dan juga meminimalisir kerusakan lingkungan. Usaha perlindungan dan pencegahan pencemaran dan merupakan bagian penting dari operasi bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Oleh sebab itu, PT Industrial Forest Plantation (PT IFP) terus menunjukkan komitmennya dalam menerapkan prinsip keberlanjutan melalui pengelolaan sampah terpadu di lingkungan perusahaan. Program ini mencakup pengelolaan sampah yang berasal dari aktivitas perkantoran maupun rumah tangga di kawasan operasional perusahaan, dengan menerapkan tahapan pengumpulan, pemilahan, hingga penjualan sampah yang masih bernilai ekonomis ke Bank Sampah Kapakat Itah yang berada di Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya. Meski bank sampah Kapakat Itah berada kurang lebih 60 km, namun bank sampah ini adalah yang terdekat dari wilayah operasional PT IFP.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PT IFP dalam mengurangi timbulan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), mendorong penerapan 3R (Reuse, Reduce, Recycle), mendukung ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh karyawan akan pentingnya pengelolaan limbah sejak dari sumbernya. Sampah dipilah berdasarkan jenisnya, seperti kertas, kardus, botol plastik, logam, kaca, dan material daur ulang lainnya sehingga setiap jenis sampah dapat dikelola sesuai peruntukannya.
Melalui sistem pengelolaan yang baik, sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai kini bernilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku daur ulang. Sampah yang telah dipilah kemudian disalurkan ke Bank Sampah untuk diproses lebih lanjut. Langkah ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan oleh tumpukan sampah hingga mencapai 50%, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui penerapan konsep Ekonomi Sirkular, yaitu sistem yang memanfaatkan kembali sumber daya agar memiliki umur pakai lebih panjang dan menghasilkan manfaat ekonomi.
Penerapan ekonomi sirkular di PT IFP membuktikan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar aktivitas menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat finansial. Hasil penjualan sampah bernilai ekonomis menjadi bukti bahwa limbah dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat apabila dikelola dengan baik. Konsep ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui efisiensi penggunaan sumber daya dan pengurangan limbah.
Budaya peduli lingkungan juga terus ditanamkan kepada seluruh karyawan. Melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari tempat kerja maupun lingkungan tempat tinggal di dalam area perusahaan, setiap individu turut berperan dalam mengurangi beban lingkungan serta mendukung terciptanya kawasan operasional yang bersih, sehat, dan nyaman.
Atas konsistensi tersebut, PT Industrial Forest Plantation memperoleh apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas. Pengelolaan sampah yang dilakukan perusahaan dinilai menjadi salah satu praktik baik (best practice) dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi volume sampah, meningkatkan tingkat daur ulang, serta mendorong partisipasi dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Bagi PT IFP, keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui pengelolaan hutan tanaman secara bertanggung jawab, tetapi juga melalui berbagai aktivitas operasional yang memperhatikan aspek lingkungan. Pengelolaan sampah menjadi salah satu langkah nyata perusahaan dalam membangun budaya kerja yang ramah lingkungan sekaligus mendukung terciptanya ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan perusahaan secara berkelanjutan.
Kedepan, PT Industrial Forest Plantation akan terus memperkuat program pengelolaan sampah melalui peningkatan edukasi kepada karyawan, optimalisasi pemilahan sampah dari sumbernya, serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak sebagai penguatan Environmental Social Governance (ESG) dan Community Social Responsibility (CSR) agar manfaatnya meluas juga hingga masyarakat sekitar (semakin banyak material yang dapat dimanfaatkan kembali). Dengan demikian, perusahaan berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, mengurangi emisi dari limbah, serta mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.





