Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi kembali diwujudkan melalui kunjungan relawan Universitas Palangka Raya (UPR) ke wilayah pengelolaan PT Industrial Forest Plantation (PT IFP).
Relawan yang berkunjung terdiri dari unsur dosen dan mahasiswa Universitas Palangka Raya, khususnya dari Program Studi Biologi. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas akademik dan penelitian, tetapi juga menunjukkan kepedulian civitas akademika terhadap upaya perlindungan kawasan hutan dan lingkungan.

PT IFP sendiri memiliki kawasan hutan konservasi dengan luasan sekitar 60 ribu hektare yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan bentang alam perusahaan. Kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai wilayah perlindungan keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi ruang yang mendukung kegiatan penelitian dan pembelajaran bagi kalangan akademisi. Kawasan konservasi PT IFP menjadi salah satu ruang belajar lapangan untuk memahami ekosistem secara langsung. Berbagai aktivitas penelitian dapat dilakukan untuk mempelajari keanekaragaman hayati, interaksi antar organisme, kondisi habitat, hingga berbagai faktor yang mempengaruhi keberlangsungan ekosistem hutan.
Namun, kunjungan kali ini memiliki dimensi yang lebih luas. Ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi Gawing, para dosen dan mahasiswa yang berada di lapangan turut mengambil bagian dalam upaya penanganan kebakaran bersama tim PT IFP. Bagi kami, keterlibatan dosen dan mahasiswa UPR dalam penanganan karhutla tersebut menjadi bentuk nyata dari semangat sinergi dan kolaborasi yang terus dibangun dengan dunia pendidikan. Kerja sama tidak hanya dilakukan dalam konteks penelitian, tetapi juga dapat berkembang menjadi aksi bersama dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Keterlibatan tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan penelitian dan pembelajaran di dalam ruang akademik. Pengetahuan yang dimiliki sivitas akademika dapat diwujudkan dalam tindakan nyata ketika menghadapi persoalan lingkungan di lapangan.
Penanganan karhutla di kawasan konservasi membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Kondisi lapangan yang dinamis, terutama pada musim kemarau, menuntut respons yang cepat, koordinasi yang baik, serta kesadaran bersama bahwa perlindungan hutan merupakan tanggung jawab bersama.
Kawasan konservasi pada dasarnya memiliki nilai ekologis yang jauh melampaui fungsi administratif sebagai bagian dari areal perusahaan. Terdapat habitat berbagai jenis flora dan fauna serta proses ekologis yang saling berkaitan di dalamnya. Karena itu, gangguan berupa kebakaran dapat memberikan dampak terhadap struktur habitat, kualitas lingkungan, serta keberlangsungan organisme yang bergantung pada kawasan tersebut.
Keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam penanganan karhutla juga memberikan pengalaman lapangan yang berharga. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana teori mengenai ekosistem, konservasi, dan lingkungan berhadapan dengan kondisi nyata di lapangan.
Sementara bagi PT IFP, kehadiran sivitas akademika menjadi penguat bahwa upaya perlindungan kawasan konservasi membutuhkan jejaring kerja yang luas. Pemerintah, perusahaan, perguruan tinggi, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya memiliki peran yang dapat saling melengkapi.
Melalui kolaborasi tersebut, Kami berharap kawasan konservasi yang selama ini menjadi ruang perlindungan keanekaragaman hayati sekaligus ruang penelitian dapat terus terjaga. Hubungan dengan Universitas Palangka Raya juga diharapkan semakin berkembang, sehingga kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dari ruang penelitian hingga tindakan di lapangan, kolaborasi PT IFP dan Universitas Palangka Raya menunjukkan bahwa menjaga hutan bukan hanya persoalan satu pihak. Ketika pengetahuan, kepedulian, dan aksi nyata dipertemukan, upaya perlindungan lingkungan dapat dilakukan secara lebih kuat dan bermakna.




