Belajar Langsung di Hutan: 11 Mahasiswa UPR ikuti Program Magang Periode II 2025

Sebanyak 11 mahasiswa dari Jurusan Kehutanan Universitas Palangkaraya (UPR) saat ini tengah menjalani periode magang dan praktik kerja lapangan di wilayah operasional kami. Program ini adalah salah satu implementasi bentuk kerjasama Universitas Palangka Raya dengan kami PT IFP. Magang, menjadi jembatan penting untuk mengintegrasikan pengetahuan akademis dengan realitas lapangan industri kehutanan hingga periode berakhir pada akhir November mendatang. 

Mahasiswa angkatan 2022, datang dengan motivasi yang kuat. Kami mencatat bahwa alasan utama mereka memilih lingkungan kami sebagai tempat praktik mencakup kebutuhan penyelesaian skripsi, mencari pengalaman yang sesuai dengan peminatan studi, serta adanya rekomendasi positif dari para alumni (kakak tingkat) yang pernah magang di sini. “Ini adalah periode kedua Magang Universitas Palangka Raya di Perusahaan kami, Ini bukan hanya sekadar magang, ini adalah tahapan untuk menguji kesiapan mereka, terutama pada kedisiplinan dan kepatuhan” ujar Bapak Danang, instruktur kami di departemen Nursery (Pembibitan).

Mahasiswa magang UPR di PT IFP sedang diberikan arahan oleh Instruktur dari Departemen Nursery (Pembibitan)

Pendekatan kami dalam membimbing mahasiswa magang memang ditekankan pada praktik nyata. Filosofi ini tampaknya sangat efektif dan mengena pada mahasiswa. “Materinya mudah dipahami karena kami diberikan kesempatan untuk langsung praktik dan diajari hingga mengerti” kata Mahirot (Mahasiswa peminatan Manajemen Hutan angkatan 2022.).

Di mata instruktur, keberhasilan program bukan hanya dinilai dari penyerapan teknis. Akan tetapi menekankan, “Kami berharap mahasiswa setelah menerima materi, dapat paham, bukan hanya hafal, tentang bagaimana operasional Hutan Tanaman Industri (HTI) yang bertanggung jawab pada lingkungan. Selain itu, kami juga berharap mereka mendapatkan pembelajaran serta pola pikir yang lebih dewasa tentang dunia kerja.”

“Fasilitas di sini bagus, dan setiap bidang atau departemen mengajari dengan tekun hingga kami benar-benar paham dengan tugas dan fungsi setiap bidang.” Ia juga secara khusus memuji kualitas jaringan internet di lokasi, yang memungkinkannya tetap terhubung dengan keluarga.

Dari 11 peserta, kami melihat adanya minat yang tinggi dari para mahasiswa untuk kembali dan menjadi karyawan penuh. Mahirot secara eksplisit mengungkapkan harapannya untuk “dapat kembali bekerja di sini.” Senada dengan itu, Yovi D, mahasiswa Peminatan Silvikultur, menyatakan, “Saya ingin bisa bekerja di Bagian Harvesting karena sesuai dengan peminatan saya.”

Antusiasme ini menjadi indikator positif bagi kami. Ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan budaya kerja perusahaan yang kami bangun mampu menarik dan mempertahankan talenta muda yang berkualitas. Kami akan terus berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan profesional mereka dan menyambut baik para lulusan yang memiliki pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip kehutanan yang bertanggung jawab.

You cannot copy content of this page