Ronaldo, Warga Baru Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) PT Industrial Forest Plantation.

Komitmen PT Industrial Forest Plantation (PT IFP) dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati kembali mendapat pengakuan dan kepercayaan. Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) PT IFP, tepatnya di Site D Training and Research Center (TRC) Mangkutup kembali dipercaya oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah sebagai lokasi translokasi orangutan hasil penyelamatan dari wilayah interaksi negatif manusia dan satwa liar.

Pada tanggal 27 Juni 2026, individu orangutan jantan dewasa bernama Ronaldo  dilepasliarkan ke habitat barunya di kawasan konservasi PT IFP. Orangutan ini sebelumnya diselamatkan dari wilayah perbatasan Kota Palangka Raya dan Kabupaten Katingan setelah memasuki area yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat. Untuk menghindari interaksi negatif yang berpotensi membahayakan manusia maupun satwa, BKSDA Kalimantan Tengah memutuskan melakukan translokasi ke habitat yang lebih aman dan sesuai dengan kebutuhan ekologis orangutan.

Sebelum dilepasliarkan, Ronaldo menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh oleh tim dokter hewan BKSDA Kalimantan Tengah. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa orangutan tersebut berada dalam kondisi fisik yang sangat baik, bebas dari penyakit menular, memiliki kemampuan bergerak yang normal, serta dinyatakan siap kembali menjalani kehidupan di alam liar.

Proses translokasi dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama antara Tim BKSDA Kalimantan Tengah dengan Tim Sustainability, Forest and Environment PT IFP. Lokasi pelepasliaran dipilih berdasarkan berbagai pertimbangan ilmiah, di antaranya kualitas tutupan hutan, kepadatan populasi orangutan, ketersediaan sumber pakan alami, akses terhadap sumber air, minimnya gangguan manusia, serta konektivitas habitat yang memungkinkan orangutan beradaptasi dan membangun wilayah jelajahnya secara alami.

“Keberhasilan translokasi tidak hanya bergantung pada kondisi kesehatan satwa, tetapi juga pada kualitas habitat tujuan. Kawasan konservasi PT Industrial Forest Plantation memiliki karakteristik habitat yang sangat baik untuk mendukung kehidupan orangutan, sehingga kembali dipilih sebagai lokasi pelepasliaran,” 

Kepercayaan yang kembali diberikan kepada PT IFP bukan tanpa alasan. Selama beberapa tahun terakhir, kawasan konservasi perusahaan secara konsisten menunjukkan kondisi ekosistem yang tetap terjaga melalui berbagai kegiatan monitoring biodiversitas. Hasil pemantauan mencatat keberadaan berbagai satwa dilindungi, seperti orangutan Kalimantan, lutung merah, berbagai jenis burung rangkong, burung pemangsa, mamalia kecil, reptil, hingga beragam jenis serangga indikator seperti capung yang menjadi penanda kualitas lingkungan yang masih baik.

Selain itu, hasil monitoring vegetasi dan kajian High Carbon Stock (HCS) yang dilakukan bersama tim ahli menunjukkan bahwa sebagian kawasan konservasi PT IFP masih berupa hutan alam dengan kondisi yang sangat baik, termasuk ekosistem Hutan Kerangas yang memiliki tajuk rapat, kelembaban tinggi, dan struktur vegetasi yang relatif masih alami. Karakteristik tersebut menciptakan habitat yang ideal bagi berbagai spesies satwa liar, terutama satwa arboreal seperti orangutan yang sangat bergantung pada keberadaan pohon-pohon besar sebagai tempat bersarang, berlindung, dan mencari makan. https://industrialforestplantation.com/monitoring-evaluasi-high-carbon-stock-hcs-pt-industrial-forest-plantation-kawasan-konservasi-teridentifikasi-sebagai-hutan-kerangas-primer-berkualitas/ 

Secara ekologis, orangutan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis. Satwa ini dikenal sebagai “petani hutan” (forest gardener) karena kemampuannya menyebarkan biji dari berbagai jenis tumbuhan melalui aktivitas makan dan berpindah tempat. Selain itu, banyak jenis pohon hutan bergantung pada orangutan sebagai agen penyebar biji sehingga regenerasi hutan dapat berlangsung secara alami. Sebagai salah satu fauna yang tergolong umbrella species, kehilangan populasi orangutan tidak hanya berdampak pada satu spesies, tetapi juga dapat memengaruhi dinamika regenerasi hutan serta keanekaragaman hayati secara keseluruhan.

Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi PT IFP juga berfungsi sebagai koridor ekologis yang menghubungkan berbagai habitat satwa liar di bentang alam sekitarnya. Keberadaan koridor ini sangat penting untuk menjaga pergerakan satwa, mempertahankan pertukaran genetik antar populasi, serta mengurangi risiko fragmentasi habitat yang menjadi salah satu ancaman utama bagi kelangsungan hidup satwa liar di Kalimantan.

Sebagai bagian dari pengelolaan kawasan konservasi, PT IFP secara rutin melaksanakan patroli perlindungan hutan, monitoring flora dan fauna, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, pengendalian aktivitas ilegal, serta penelitian bersama berbagai mitra, termasuk perguruan tinggi dan lembaga konservasi. Berbagai upaya tersebut merupakan implementasi komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip pengelolaan hutan tanaman industri yang berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian target konservasi nasional. https://industrialforestplantation.com/monitoring-hcv-dan-kajian-sosial-perkuat-pengelolaan-kawasan-konservasi-pt-industrial-forest-plantation/ 

“Kepercayaan yang kembali diberikan oleh BKSDA Kalimantan Tengah merupakan motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi di PT IFP. Konservasi bukan hanya tentang melindungi satwa, tetapi juga memastikan habitatnya tetap lestari sehingga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat dalam jangka panjang,” (Manajer, Sustainability Forest and Environment PT Industrial Forest Plantation).

Translokasi Ronaldo menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha mampu memberikan kontribusi nyata terhadap upaya penyelamatan satwa liar Indonesia. Dengan tersedianya habitat yang aman dan terkelola dengan baik, peluang keberhasilan adaptasi orangutan hasil translokasi akan semakin besar.

Ke depan, PT Industrial Forest Plantation akan terus memperkuat pengelolaan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi melalui perlindungan habitat, pemantauan keanekaragaman hayati, penelitian, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga kelestarian ekosistem hutan Kalimantan sekaligus mendukung keberlangsungan populasi orangutan dan satwa liar lainnya bagi generasi mendatang.