Kegiatan monitoring evaluasi High Carbon Stock (HCS) yang berada di kawasan konservasi PT Industrial Forest Plantation (PT IFP) dilaksanakan oleh Tim ahli PT Ecositrop, Kalimantan Timur. Kawasan konservasi PT IFP secara umum memiliki karakteristik sebagai hutan kerangas primer dengan kondisi tutupan dan kerapatan yang baik.
Monitoring dilakukan pada beberapa plot pemantauan di kawasan konservasi untuk menilai kondisi tutupan hutan, struktur vegetasi, serta karakteristik ekologis yang menjadi indikator penting dalam penilaian HCS. Kawasan hutan konservasi tersebut masih memiliki kanopi hutan yang rimbun dan berlapis, susunan tegakan yang rapat, banyaknya anakan jenis meranti yang tumbuh, mencerminkan kondisi ekosistem hutan kerangas yang tidak mengalami gangguan.
Salah satu indikator yang menarik perhatian tim adalah keberadaan lumut yang tumbuh melimpah pada sekeliling batang pohon, akar, dan lantai hutan. Keberadaan lumut dalam jumlah besar merupakan indikator alami yang menunjukkan bahwa kawasan tersebut memiliki tingkat kelembaban yang tinggi dan kondisi mikroklimat yang stabil. Kondisi ini umumnya hanya ditemukan pada hutan yang masih terjaga dengan baik dan memiliki tutupan tajuk rapat yang mampu membatasi penetrasi cahaya matahari masuk sehingga ekosistem hutan mampu mempertahankan kelembaban lingkungan ideal.
Selain itu, struktur vegetasi yang masih utuh menunjukkan bahwa kawasan konservasi tersebut berperan penting sebagai penyimpan karbon alami sekaligus habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna khas ekosistem hutan kerangas. Hutan kerangas dikenal sebagai salah satu tipe ekosistem unik di Kalimantan yang tumbuh pada tanah miskin unsur hara, namun memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan fungsi ekologis yang sangat penting.

Tim Ecositrop juga mencatat bahwa kondisi kawasan yang masih primer memberikan nilai konservasi yang tinggi karena mampu mendukung berbagai fungsi lingkungan, mulai dari penyimpanan karbon, pengaturan tata air, hingga penyediaan habitat satwa liar. Keberadaan kawasan seperti ini menjadi aset penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Selama kegiatan monitoring, Tim Ecositrop menggunakan Training and Research Center (TRC) Mangkutup milik PT IFP sebagai pusat kegiatan lapangan. Fasilitas ini mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan penelitian dan monitoring yang dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi kawasan konservasi tetap terjaga.

Hasil monitoring HCS ini semakin memperkuat komitmen PT Industrial Forest Plantation dalam mengelola dan melindungi kawasan konservasi yang berada di dalam areal kerjanya. Melalui pengelolaan yang bertanggung jawab dan berbasis data ilmiah, PT IFP terus berupaya menjaga keberlanjutan fungsi ekologis kawasan sekaligus mendukung pelestarian hutan alam Kalimantan bagi generasi mendatang.
“Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan konservasi PT IFP masih memiliki kualitas ekologis yang sangat baik. Kanopi yang rapat, kondisi hutan yang primer, serta banyaknya lumut sebagai indikator kelembaban menjadi bukti bahwa fungsi ekosistem kawasan tersebut masih terjaga dengan baik,” ungkap salah satu anggota tim monitoring Ecositrop.





