PT Industrial Forest Plantation (PT IFP) memastikan seluruh lini operasionalnya berada dalam status siap siaga menghadapi datangnya El Nino Godzilla. Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan untuk menjaga ekosistem hutan tetap aman, sejuk, dan bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemerintah Kabupaten Kapuas menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 300.2/869/BPBD.2026 mengenai Antisipasi dan Penanganan Karhutla. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dilampirkan dalam arahan tersebut, wilayah Kapuas kini tengah memasuki masa transisi. Meski awal Mei ini curah hujan sesekali masih turun, suhu udara mulai berfluktuasi cukup hangat antara 23°C hingga 34°C dengan kelembaban dinamis berkisar 55%–100%. Lebih dari itu, tantangan nyata diprediksi muncul seiring hadirnya fenomena El Niño 2026. Walau diprediksi berada pada kategori lemah hingga moderat, El Niño tetap berpotensi membawa musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang dari kondisi normal. Surat edaran ini menjadi alarm penting bagi PT IFP untuk memastikan semua sistem perlindungan lingkungan berjalan.
Merespons amanat penting dari surat edaran tersebut, PT IFP langsung mengaktifkan “Strategi Terpadu Pengendalian Karhutla: Menghadapi Ancaman El Niño”. Bagi PT IFP, mencegah munculnya api jauh lebih utama daripada memadamkannya. Oleh karena itu, kami menerapkan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) berbasis data cuaca harian dan manajemen zona resiko berbasis warna
Strategi ini tentu tidak bisa berjalan sendirian. PT IFP menyiagakan kekuatan internal yang solid, terdiri dari 105 Personel Terlatih yang terbagi dalam Regu Inti dan Cadangan, serta dipimpin langsung oleh 7 Koordinator Lapangan yang berpengalaman. Sejalan dengan poin kemitraan dalam surat edaran Bupati, PT IFP juga merangkul masyarakat sekitar dengan membina Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Wilayah/Jangkauan Konsesi. Kolaborasi ini memastikan adanya sistem deteksi dini berbasis komunitas yang harmonis dan tanggap darurat.
Menara Pantau setinggi 37 meter Berdiri di areal paling strategis di dalam area konsesi, menara pantau ini berada dalam kondisi prima, terawat, dan siap beroperasi penuh selama 24 jam demi mengawal musim kemarau tahun ini.

Sebagai ‘mata’ utama di garis depan, menara pantau setinggi 37 meter ini memiliki keunggulan operasional yang sangat krusial dalam mendeteksi bahaya:
- Kondisi Visual Lanskap yang Optimal: Berkat ketinggiannya yang optimal, petugas pengawas di atas menara dapat melakukan pemindaian visual dengan jarak pandang yang sangat luas. Hal ini memungkinkan tim untuk menangkap indikasi awal berupa kepulan asap tipis (smoke signaling) secara real-time, bahkan sebelum titik panas membesar dan terdeteksi oleh radar biasa.
- Integrasi sebagai Pangkalan Drone Taktis: Kondisi menara dirancang multifungsi. Dek atas menara kini difungsikan sebagai pangkalan peluncuran drone pantau otomatis. Jika petugas menara melihat kepulan asap yang mencurigakan di kejauhan, mereka dapat langsung menerbangkan drone dari menara untuk memverifikasi titik koordinat geografis secara presisi, menembus area yang sulit dijangkau patroli darat.
- Sinkronisasi Langsung dengan Satelit SIPONGI: Setiap temuan visual dari menara akan langsung disinkronkan dan divalidasi silang dengan data satelit harian SIPONGI milik Kementerian Kehutanan. Ini memastikan tidak ada false alarm dan pergerakan tim pemadam di darat menjadi sangat akurat.
Sesuai komitmen yang digariskan dalam Surat Edaran Bupati, seluruh aktivitas monitoring intensif dari menara pantau 37 meter ini dilaporkan secara berkala kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas. Dengan kesiapan infrastruktur menara pantau yang andal, dedikasi personel, serta dukungan erat dari masyarakat, PT IFP optimis dapat melewati siklus cuaca El Niño 2026 ini dengan aman, sekaligus memastikan langit Kabupaten Kapuas tetap bersih, asri, dan bebas dari kabut asap.

